- DLHP Purworejo Jadi Narasumber Pembinaan Lingkungan Hidup Kodim 0708
- DLHP Purworejo Gelar Evaluasi Retribusi Persampahan dan Penandatanganan Kerja Sama Tahun 2026
- Bank Sampah Anggrek Asri Borokulon Kumpulkan Tabungan Sampah Sampai Rp7 Juta
- Kunjungan Kerja Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah
- Kegiatan Bulan Mutu Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP)
- Seimbangkan Ekonomi dan Ekologi, DLHP Purworejo Gelar Rembug Bareng PAD Produktif
- Pantau Kualitas Air Sungai, DLHP Kabupaten Purworejo Terjunkan PPC ke DAS Bogowonto
- Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional
- Pengelolaan Sampah Menjadi Salah Satu Tantangan Sekaligus Prioritas Dalam Menjaga Kualitas Lingkungan Hidup
- DLHP Akan perkuat Pengelolaan Sampah Melalui Inovasi LEPAS
Bank Sampah Anggrek Asri Borokulon Kumpulkan Tabungan Sampah Sampai Rp7 Juta

Purworejo — Bank Sampah Anggrek Asri Borokulon menggelar kegiatan pembagian tabungan sampah kepada seluruh anggotanya pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan pembagian hasil tabungan sampah yang telah dikumpulkan warga sejak Mei 2025. Sebanyak 119 anggota hadir dan berkumpul untuk menerima hasil tabungan dari sampah yang mereka setorkan selama satu tahun terakhir.
Pada pembagian kali ini, total tabungan yang berhasil terkumpul mencapai Rp7.048.000. Dana tersebut berasal dari hasil penjualan berbagai jenis sampah anorganik yang rutin disetorkan oleh warga kepada pengelola bank sampah. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Ketua dan pengelola Bank Sampah Anggrek Asri menyebutkan bahwa komoditas sampah yang paling mendominasi selama satu tahun terakhir adalah kardus dengan total berat mencapai 852 kilogram. Selain kardus, jenis sampah lain yang banyak disetorkan warga antara lain plastik, botol bekas, besi, aluminium, serta duplek. Tidak hanya fokus pada sampah anorganik, Bank Sampah Anggrek Asri juga mulai mengembangkan pengumpulan sampah organik berupa minyak jelantah untuk dijual kembali kepada pengepul.
Kegiatan Bank Sampah Anggrek Asri sendiri dilaksanakan secara rutin setiap Minggu pada pekan keempat setiap bulan. Warga membawa sampah yang telah dipilah dari rumah untuk kemudian ditimbang dan dicatat sebagai tabungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk membiasakan diri memilah sampah sejak dari sumbernya sehingga dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan.
Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, hasil tabungan sampah yang diperoleh warga juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Sebagian warga menggunakan uang tabungan tersebut untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sementara yang lain memanfaatkannya untuk kegiatan rekreasi dan kebutuhan keluarga secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi solusi lingkungan sekaligus sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Bank Sampah Anggrek Asri diketahui telah konsisten melakukan pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah sejak tahun 2015. Selama lebih dari satu dekade, komunitas ini aktif mengedukasi masyarakat sekitar agar lebih peduli terhadap lingkungan. Upaya tersebut dilakukan demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, serta mendukung terwujudnya gaya hidup zero waste di tengah masyarakat.



