- Tim Stranas Kunjungi TPA Purworejo dalam Rangka Monitoring Pengelolaan Sampah
- Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik di SMP Negeri 30 Purworejo
- Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Sampah Masyarakat Desa Gunungwangi
- Koordinasi dan Pembinaan PPPK DLHP, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme ASN
- Perabasan Dan Perapihan Pohon Di Kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani
- Pentingnya Menjaga Kebersihan Dan Kelestarian Lingkungan Sejak Dini di Lingkungan Pesantren
- DLHP berpartisipasi dalam Festival Layang-Layang Tingkat Nasional Tahun 2026
- Korve \"ASRI\" Bersihkan Area Balai Benih Ikan
- Sambut dan Serah Terima Jabatan Kepala Dinas LHP
- Perawatan Fasilitas Taman Berupa Pengecatan Ulang Pot Pulau Taman di Jalan Tentara Pelajar.
Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik di SMP Negeri 30 Purworejo

Kamis, 16 Juli 2026 – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik di SMP Negeri 30 Purworejo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus mendukung pendidikan karakter peserta didik dalam menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
Kegiatan diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII sebagai peserta MPLS, serta melibatkan siswa kelas VIII dan IX, guru, dan tenaga kependidikan SMP Negeri 30 Purworejo. Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.
Pada sesi penyampaian materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis sampah organik yang umum dihasilkan di lingkungan sekolah maupun rumah tangga, seperti daun kering, sisa makanan, dan sisa tanaman. Peserta juga dikenalkan berbagai metode pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan secara sederhana, sehingga sampah tidak hanya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna.
Sebagai bentuk pembelajaran langsung, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk kompos menggunakan sampah daun kering yang banyak terdapat di lingkungan sekolah. Perwakilan guru dan peserta didik terlibat secara aktif dalam setiap tahapan proses, mulai dari pemilahan bahan baku, pencacahan, penyusunan media kompos, hingga teknik perawatan selama proses pengomposan. Praktik ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi sekolah untuk mengelola sampah organik secara mandiri sekaligus menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman di lingkungan sekolah.



