- Patroli Lingkungan dan Aksi Korve berhasil kumpulkan 463 kilogram sampah
- Memberikan Pembekalan Kepada Seluruh Murid Mengenai Pentingnya Membangun Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini
- Koordinasi Pelayanan Pengurusan Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP)
- Meningkatkan Pemahaman Dan Kesadaran Peserta Didik Mengenai Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri
- Tim Stranas Kunjungi TPA Purworejo dalam Rangka Monitoring Pengelolaan Sampah
- Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik di SMP Negeri 30 Purworejo
- Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Sampah Masyarakat Desa Gunungwangi
- Koordinasi dan Pembinaan PPPK DLHP, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme ASN
- Perabasan Dan Perapihan Pohon Di Kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani
- Pentingnya Menjaga Kebersihan Dan Kelestarian Lingkungan Sejak Dini di Lingkungan Pesantren
Meningkatkan Pemahaman Dan Kesadaran Peserta Didik Mengenai Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri

Dalam rangka menanamkan budaya hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati (PPKH) melaksanakan sosialisasi Kebersihan Diri dan Kebersihan Lingkungan kepada peserta didik baru SMP dan SMK Unggulan An Nawawi Bulus. Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (16/7/2026) sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta menciptakan lingkungan sekolah dan pondok pesantren yang bersih, sehat, dan nyaman. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pembentukan perilaku hidup bersih sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif.
Dalam penyampaian materi, narasumber mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, antara lain menjaga kebersihan diri, tidak membuang sampah sembarangan, membuang sampah sesuai jenisnya, serta menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi ini menjadi semakin penting mengingat sebagian besar peserta didik merupakan santri yang akan menjalani aktivitas belajar sekaligus tinggal di lingkungan pondok pesantren.
Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif selama sesi sosialisasi. Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya minat serta kepedulian murid terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah maupun asrama.



