- Koordinasi dan Pembinaan PPPK DLHP, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme ASN
- Perabasan Dan Perapihan Pohon Di Kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani
- Pentingnya Menjaga Kebersihan Dan Kelestarian Lingkungan Sejak Dini di Lingkungan Pesantren
- DLHP berpartisipasi dalam Festival Layang-Layang Tingkat Nasional Tahun 2026
- Korve \"ASRI\" Bersihkan Area Balai Benih Ikan
- Sambut dan Serah Terima Jabatan Kepala Dinas LHP
- Perawatan Fasilitas Taman Berupa Pengecatan Ulang Pot Pulau Taman di Jalan Tentara Pelajar.
- Dialog Bersama Pelaku Usaha Kapal Perikanan Dan Instansi Terkait Yang Diselenggarakan Di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)
- Sosialisasi Permen LH Tentang Laboratorium Lingkungan Hidup
- Semangat Bhayangkara ke-80, DLHP Purworejo Dukung Pelestarian Pesisir Melalui Penanaman Pohon Cemara di Pantai Dewaruci
Pentingnya Menjaga Kebersihan Dan Kelestarian Lingkungan Sejak Dini di Lingkungan Pesantren

Senin, 6 Juli 2026 – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati berkesempatan menjadi narasumber pada kegiatan Masa Ta'aruf Santri Baru di Pondok Pesantren Nurul Mubaarok, Kecamatan Kemiri. Kegiatan ini bertujuan membekali para santri baru dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.
Dalam pemaparannya, Tim PPKH menyampaikan materi mengenai kebijakan pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah awal dalam mengurangi timbulan sampah. Santri diperkenalkan pada konsep pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu, serta manfaat pemilahan sampah sejak dari sumber untuk mempermudah proses pengelolaan dan mengurangi beban sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Selain itu, disampaikan pula pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan di lingkungan pesantren, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna, serta menjaga kebersihan asrama, ruang belajar, tempat ibadah, dan lingkungan sekitar. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan, estetika lingkungan, serta potensi pencemaran tanah dan air.
Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, para santri diajak untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya bersih di lingkungan pesantren. Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, diharapkan tercipta lingkungan pesantren yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendukung terbentuknya karakter santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian alam.



