- Pemeliharaan Vegetasi Di Kawasan Perkotaan
- Sekdin Serahkan SK ASN yang memasuki masa purna tugas
- Pasca Karnaval Pasukan Ungu Gerak Cepat Bersihkan Kota Purworejo
- Dari Karnaval untuk Lingkungan : Bagikan Kompos, Eco Enzim hingga Bibit Tanaman kepada Masyarakat
- Final Checking Persiapan Karnaval Kabupaten Purworejo Dimatangkan
- DLHP Purworejo Laksanakan Pemantauan dan Evaluasi Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
- Pasukan Ungu Bersihkan Jalur Pasca Karnaval Kemerdekaan Kutoarjo
- Rapat Koordinasi Persampahan Bahas Persiapan Pengelolaan Sampah dari Sumber
- Pasukan Ungu Kumpulkan 1.450 Kilogram Sampah Pasca Karnaval Sekolah
- Pasukan Ungu DLHP Bersihkan Jalur Karnaval Sekolah Pasca Pelaksanaan Karnaval
Pentingnya Menjaga Kebersihan Dan Kelestarian Lingkungan Sejak Dini di Lingkungan Pesantren

Senin, 6 Juli 2026 – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati berkesempatan menjadi narasumber pada kegiatan Masa Ta'aruf Santri Baru di Pondok Pesantren Nurul Mubaarok, Kecamatan Kemiri. Kegiatan ini bertujuan membekali para santri baru dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai pengelolaan sampah serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.
Dalam pemaparannya, Tim PPKH menyampaikan materi mengenai kebijakan pengelolaan sampah berdasarkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sebagai langkah awal dalam mengurangi timbulan sampah. Santri diperkenalkan pada konsep pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu, serta manfaat pemilahan sampah sejak dari sumber untuk mempermudah proses pengelolaan dan mengurangi beban sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Selain itu, disampaikan pula pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan di lingkungan pesantren, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna, serta menjaga kebersihan asrama, ruang belajar, tempat ibadah, dan lingkungan sekitar. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kesehatan, estetika lingkungan, serta potensi pencemaran tanah dan air.
Sebagai bagian dari edukasi lingkungan, para santri diajak untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya bersih di lingkungan pesantren. Melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, diharapkan tercipta lingkungan pesantren yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan, sekaligus mendukung terbentuknya karakter santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian alam.



