- DLHP Purworejo Hadiri FGD Sinergi Branding Garam IG Jawa Tengah
- SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR
- Gerakan Bersih Sampah di Kabupaten Purworejo
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Pimpin Apel di Halaman DLH
- RAKOR PENYUSUNAN SLHD 2026, PERKUAT BASIS DATA MENUJU NIRWASITA TANTRA
- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR

Purworejo, 24 Februari 2026 — Penemuan satwa laut yang terdampar di pesisir selatan Pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah bersama organisasi lingkungan. Satwa-satwa dilindungi seperti paus, penyu, hiu, dan lumba-lumba kerap ditemukan dalam kondisi hidup maupun mati, sehingga memerlukan penanganan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo bersinergi dengan Sealife Indonesia dalam membangun sistem penanganan satwa terdampar yang lebih responsif dan berbasis jejaring masyarakat.
Sinergi ini telah berlangsung sejak Desember 2025 dengan membangun jaringan komunikasi dan koordinasi di tingkat masyarakat, khususnya nelayan, organisasi terkait, serta tokoh masyarakat di wilayah pesisir.
Koordinasi lanjutan dilaksanakan pada 24 Februari 2026 di Ruang Bidang Perikanan. Pertemuan tersebut menjadi bukti nyata komitmen kedua pihak dalam mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan satwa dilindungi yang terdampar.
Dalam kegiatan tersebut, DLHP Purworejo diwakili oleh Suyud Jatmiko, S.St.Pi selaku Kepala Bidang Perikanan, sementara dari Sealife Indonesia diwakili oleh Arief Nugroho melaksanakan Diskusi membahas berbagai permasalahan yang sering muncul dalam penanganan satwa terdampar, mulai dari keterlambatan laporan, kurangnya pemahaman masyarakat, hingga keterbatasan peralatan di lapangan.
Peran aktif secara langsung dari masyarakat setempat untuk bisa melakukan penanganan secara cepat dan tepat terhadap satwa yang menepi di pantai dekat tempat tinggal mereka.
Partisipasi aktif masyarakat, didukung oleh dinas terkait dan para pemangku kepentingan (stakeholder), akan menghasilkan penanganan yang lebih baik dan terstruktur. Upaya tersebut tidak hanya menyelamatkan satwa yang masih hidup, tetapi juga memastikan prosedur penanganan bangkai satwa dilakukan sesuai standar, sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga.
Melalui sinergi ini, DLHP Purworejo dan Sealife Indonesia berharap dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut. Kolaborasi berkelanjutan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah Purworejo dan sekitarnya.



