- DLHP Purworejo Hadiri FGD Sinergi Branding Garam IG Jawa Tengah
- SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR
- Gerakan Bersih Sampah di Kabupaten Purworejo
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Pimpin Apel di Halaman DLH
- RAKOR PENYUSUNAN SLHD 2026, PERKUAT BASIS DATA MENUJU NIRWASITA TANTRA
- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
DLHP Purworejo Hadiri FGD Sinergi Branding Garam IG Jawa Tengah

Purworejo, 25 Februari 2026 – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo megirimkan perwakilan dari Bidang Perikanan, Penyuluh Perikanan, Ketua MPIG, serta pelaku usaha garam menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Branding Garam Indikasi Geografis (IG) Jawa Tengah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas/OPD kabupaten yang telah memperoleh Sertifikasi Indikasi Geografis (IG) sektor pergaraman di Jawa Tengah serta kabupaten penghasil garam lainnya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. FGD ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan dan pemasaran garam lokal berbasis Indikasi Geografis.
FGD bertujuan mendorong transformasi produk garam lokal menjadi komoditas berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Adapun narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum RI Provinsi Jawa Tengah, Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Provinsi Jawa Tengah, serta Rumah Kurator KADIN Jawa Tengah. Kegiatan FGD ini dimoderatori oleh BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah.
Dalam diskusi tersebut, disepakati pentingnya membangun sinergi branding terhadap produk garam yang telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis, yakni Garam Rebus Brebes, Garam Jetis, dan Garam Grobogan. Sertifikasi tersebut telah diterbitkan oleh kementerian terkait, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Hukum RI, sebagai bentuk pengakuan atas kekhasan dan kualitas produk berbasis wilayah asalnya.
Melalui sinergi antara kementerian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Pemerintah Kabupaten/Kota, diharapkan produk garam lokal mampu naik kelas menjadi produk bertaraf internasional dengan karakteristik unik dan berkelas. Produk garam Jawa Tengah ditargetkan mampu bersaing dan sejajar dengan garam premium dunia seperti Garam Himalaya serta Garam Amed dari Bali.
Dengan adanya FGD ini, diharapkan penguatan branding, kualitas kemasan, perlindungan hukum, serta strategi pemasaran terpadu dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan para pelaku usaha garam di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Purworejo.



