- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
- Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DLHP
- Asesmen Laboratorium Lingkungan sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan pengujian lingkungan dan penguatan sistem manajemen laboratorium
- Penanaman Pohon Cabai Sebagai Pelestarian Tanaman Berkhasiat Serta Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau
- Rapat Koodinasi Penguatan Kinerja Sopir kendaraan operasional Bidang PPKH
- Persiapan Akreditasi Laboratorium Lingkungan untuk meningkatkan hasil uji lingkungan
Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya

Minggu, 15 Februari 2026, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo melalui Bank Sampah binaan, Bank Sampah Resik Becik yang berlokasi di Desa Pekacangan, Kecamatan Pituruh, melaksanakan kegiatan penimbangan sampah yang merupakan penimbangan terakhir sebelum memasuki bulan Ramadhan. Kegiatan ini menjadi bagian dari siklus tahunan pengelolaan bank sampah yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, namun juga pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan masyarakat.
Penimbangan dilaksanakan di tiga titik layanan dengan jumlah nasabah sebanyak 48 orang. Sejak berdiri pada tahun 2022, Bank Sampah Resik Becik secara konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya, khususnya sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis. Melalui sistem tabungan, hasil penjualan sampah yang telah dipilah dicatat dan diakumulasikan selama satu tahun penuh, kemudian dibagikan menjelang bulan Ramadhan. Pola ini terbukti efektif dalam membangun kebiasaan positif, meningkatkan partisipasi warga, serta menumbuhkan kesadaran bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat nyata.
Pada periode tahun ini, tercatat tiga nasabah dengan jumlah tabungan tertinggi masing-masing sebesar Rp309.000, Rp306.000, dan Rp155.000. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan dalam memilah dan mengumpulkan sampah secara rutin. Selain berdampak pada pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, kegiatan ini juga memperkuat ekonomi rumah tangga melalui tabungan yang dapat dimanfaatkan menjelang kebutuhan Ramadhan.
Sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dan semangat para nasabah, pengurus Bank Sampah Resik Becik memberikan bingkisan sederhana namun bermanfaat kepada pemilik tabungan tertinggi. Langkah ini diharapkan dapat semakin memotivasi seluruh anggota untuk terus aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo berharap keberadaan bank sampah sebagai mitra binaan di wilayah Kabupaten Purworejo dapat terus berkembang dan menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam pengelolaan sampah tingkat desa.



