- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
- Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DLHP
- Asesmen Laboratorium Lingkungan sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan pengujian lingkungan dan penguatan sistem manajemen laboratorium
- Penanaman Pohon Cabai Sebagai Pelestarian Tanaman Berkhasiat Serta Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau
- Rapat Koodinasi Penguatan Kinerja Sopir kendaraan operasional Bidang PPKH
- Persiapan Akreditasi Laboratorium Lingkungan untuk meningkatkan hasil uji lingkungan
Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata

PURWOREJO – Dalam upaya mempercepat terciptanya budaya peduli lingkungan di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Program Adiwiyata pada Rabu (18/02/2026). Bertempat di Coffee & Resto Satria Bogowonto, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 54 sekolah dan madrasah se-Kabupaten Purworejo yang saat ini belum menyandang predikat Adiwiyata.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber ahli untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Izzuddin, S.Ag., M.Pd.I. mengenai Penyiapan Generasi Emas 2045 untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup.
Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa kualitas lingkungan yang terjaga.
Generasi emas bukan hanya mereka yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter peduli dan tanggung jawab terhadap pelestarian alam yang dipupuk sejak dini di bangku sekolah.
Materi kedua dilanjutkan oleh Ibu Nenny Isnugrahaeny P., S.Hut, yang mengupas tuntas mengenai Pemenuhan Kriteria Adiwiyata. Beliau menjelaskan langkah-langkah strategis yang harus diambil sekolah agar dapat memenuhi standar Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Selain pemaparan materi, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk:
- Inventarisasi Kesediaan: Mendata sekolah/madrasah yang berkomitmen mengikuti proses pendampingan intensif.
- Komitmen Bersama: Memperluas jejaring sekolah berpredikat Adiwiyata di wilayah Kabupaten Purworejo.
- Diskusi Interaktif: Memberikan ruang bagi sekolah untuk berkonsultasi langsung mengenai kendala di lapangan.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta. Banyak pihak sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk mulai mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam kurikulum dan aktivitas harian sekolah.
Melalui langkah ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif dari satuan pendidikan untuk berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan, demi masa depan bumi yang lebih baik.



