- Kolaborasi Gerakan Bersih-Bersih Kawasan Eks Plaza Purworejo
- DLHP Purworejo Laksanakan Pendampingan Awal Program Adiwiyata di Tiga Sekolah
- Pemasangan Patok Batas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sikampung
- Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pohon Ayoman Secara Terpadu
- Pengambilan sampel air sungai di wilayah Kecamatan Bener
- Pedampingan Penyelesaian Administrasi Bank Sampah
- Penyerahan Simbolis SK Kenaikan Pangkat
- Libur Lebaran Terapi Garam KUGAR Pendowo Limo Diminati Wisatawan
- Pasca Lebaran Bank Sampah Manfaat Mengaktifkan Kembali Rutinitas Pengelolaan Sampah
- Pemeriksaan dan Pemeliharaan Listrik di Taman yang dikelola DLHP
Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata

PURWOREJO – Dalam upaya mempercepat terciptanya budaya peduli lingkungan di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Program Adiwiyata pada Rabu (18/02/2026). Bertempat di Coffee & Resto Satria Bogowonto, acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 54 sekolah dan madrasah se-Kabupaten Purworejo yang saat ini belum menyandang predikat Adiwiyata.
Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber ahli untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada para peserta. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Izzuddin, S.Ag., M.Pd.I. mengenai Penyiapan Generasi Emas 2045 untuk Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup.
Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa kualitas lingkungan yang terjaga.
Generasi emas bukan hanya mereka yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter peduli dan tanggung jawab terhadap pelestarian alam yang dipupuk sejak dini di bangku sekolah.
Materi kedua dilanjutkan oleh Ibu Nenny Isnugrahaeny P., S.Hut, yang mengupas tuntas mengenai Pemenuhan Kriteria Adiwiyata. Beliau menjelaskan langkah-langkah strategis yang harus diambil sekolah agar dapat memenuhi standar Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Selain pemaparan materi, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk:
- Inventarisasi Kesediaan: Mendata sekolah/madrasah yang berkomitmen mengikuti proses pendampingan intensif.
- Komitmen Bersama: Memperluas jejaring sekolah berpredikat Adiwiyata di wilayah Kabupaten Purworejo.
- Diskusi Interaktif: Memberikan ruang bagi sekolah untuk berkonsultasi langsung mengenai kendala di lapangan.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta. Banyak pihak sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk mulai mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam kurikulum dan aktivitas harian sekolah.
Melalui langkah ini, diharapkan muncul kesadaran kolektif dari satuan pendidikan untuk berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan, demi masa depan bumi yang lebih baik.



