- DLHP Purworejo Hadiri FGD Sinergi Branding Garam IG Jawa Tengah
- SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR
- Gerakan Bersih Sampah di Kabupaten Purworejo
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Pimpin Apel di Halaman DLH
- RAKOR PENYUSUNAN SLHD 2026, PERKUAT BASIS DATA MENUJU NIRWASITA TANTRA
- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
Pembinaan Pengembangan Sekolah Adiwiyata di SMA Negeri 3 Purworejo

Kamis, 4 Desember 2025 – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Konservasi dan Penataan Lingkungan menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Pengembangan Sekolah Adiwiyata. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula SMA Negeri 3 Purworejo dan dihadiri oleh perwakilan peserta didik kelas X dan XI.
Dalam sesi pemaparan, narasumber menjelaskan tentang lima aspek perilaku ramah lingkungan hidup yang menjadi dasar dalam pengembangan Sekolah Adiwiyata, yang mencakup:
1. Kebersihan dan Sanitasi
2.Pengelolaan Sampah
3. Keanekaragaman Hayati
4. Penghematan dan Konservasi Air
5. Penghematan dan Konservasi Energi
Kelima aspek tersebut diuraikan dengan jelas dan dilengkapi dengan contoh implementasi aksi nyata yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Narasumber menekankan pentingnya budaya peduli lingkungan yang harus tumbuh di kalangan warga sekolah, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, narasumber juga menyoroti peran penting para kader Adiwiyata sebagai agen perubahan. Kader Adiwiyata diharapkan tidak hanya menjadi teladan dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam berbagai kegiatan berbasis lingkungan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Kegiatan pembinaan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta didik, di mana para peserta memberikan pertanyaan dan berbagi ide mengenai bagaimana sekolah mereka dapat lebih mendukung program Adiwiyata. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pemahaman dan komitmen warga sekolah terhadap program Adiwiyata semakin meningkat, dan dapat berkontribusi pada terciptanya sekolah yang lebih ramah lingkungan.



