- SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR
- Gerakan Bersih Sampah di Kabupaten Purworejo
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Pimpin Apel di Halaman DLH
- RAKOR PENYUSUNAN SLHD 2026, PERKUAT BASIS DATA MENUJU NIRWASITA TANTRA
- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
- Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DLHP
Paparan Akhir Penyusunan Dokumen KLHS RDTR Kawasan Pariwisata Otoritatif Borobudur

Purworejo, Selasa, 16 September 2025 – Kegiatan paparan akhir penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Pariwisata Otoritatif Badan Otorita Borobudur dilaksanakan di Ruang Adipura Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri oleh tim pokja yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Purworejo serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan langsung dalam penyusunan dokumen tersebut.
Saat ini, dokumen KLHS RDTR Kawasan Pariwisata Otoritatif Badan Otorita Borobudur telah mencapai tahap validasi oleh tim validator dari Provinsi Jawa Tengah. Proses penyusunan KLHS ini mencakup wilayah yang terbentang di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bener, Kecamatan Loano, dan Kecamatan Kaligesing, yang mencakup total 20 desa.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan kebijakan, rencana, dan/atau program (KRP) dalam pengembangan kawasan pariwisata, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan terhadap RDTR yang telah disusun. Lebih lanjut, dokumen KLHS ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko lingkungan yang mungkin timbul sebagai dampak dari pelaksanaan KRP tersebut.
Melalui penyusunan dokumen ini, diharapkan pengembangan kawasan pariwisata di sekitar Candi Borobudur dapat berlangsung secara berkelanjutan, mengoptimalkan potensi pariwisata sambil menjaga kelestarian lingkungan hidup.



