- Peduli Terhadap Lingkungan Sekaligus Meningkatkan Kesadaran Seluruh Pegawai Akan Pentingnya Menjaga Kebersihan, Keindahan, Dan Kenyamanan Lingkungan Kerja
- Rapat Koordinasi Paparan Persiapan Kelengkapan Readiness Criteria LSDP
- Focus Group Discussion (FGD) dan Penentuan Isu Prioritas dalam Penyusunan Laporan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Rapat Koordinasi Sewa Tanah dan Bangunan Shelter di kawasan Heroes Park
- DLHP Purworejo Ikuti Rakor Teknis Pembinaan Pengelolaan Sampah dan KIE di Banyumas
- Sinergitas antara perangkat daerah dengan unsur legislatif optimalisasi pengelolaan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah
- Korve untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja
- DLHP Melaksankan pembinaan awal bagi Calon Sekolah Adiwiyata di Beberapa Sekolah
- Pemkab Purworejo Siap Dukung Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih
- Rapat Koordinasi Evaluasi Capaian Realisasi Fisik
Paparan Akhir Penyusunan Dokumen KLHS RDTR Kawasan Pariwisata Otoritatif Borobudur

Purworejo, Selasa, 16 September 2025 – Kegiatan paparan akhir penyusunan dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Pariwisata Otoritatif Badan Otorita Borobudur dilaksanakan di Ruang Adipura Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri oleh tim pokja yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Purworejo serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan langsung dalam penyusunan dokumen tersebut.
Saat ini, dokumen KLHS RDTR Kawasan Pariwisata Otoritatif Badan Otorita Borobudur telah mencapai tahap validasi oleh tim validator dari Provinsi Jawa Tengah. Proses penyusunan KLHS ini mencakup wilayah yang terbentang di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Bener, Kecamatan Loano, dan Kecamatan Kaligesing, yang mencakup total 20 desa.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan kebijakan, rencana, dan/atau program (KRP) dalam pengembangan kawasan pariwisata, sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan terhadap RDTR yang telah disusun. Lebih lanjut, dokumen KLHS ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko lingkungan yang mungkin timbul sebagai dampak dari pelaksanaan KRP tersebut.
Melalui penyusunan dokumen ini, diharapkan pengembangan kawasan pariwisata di sekitar Candi Borobudur dapat berlangsung secara berkelanjutan, mengoptimalkan potensi pariwisata sambil menjaga kelestarian lingkungan hidup.



