- SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR
- Gerakan Bersih Sampah di Kabupaten Purworejo
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Pimpin Apel di Halaman DLH
- RAKOR PENYUSUNAN SLHD 2026, PERKUAT BASIS DATA MENUJU NIRWASITA TANTRA
- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
- Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DLHP
Monitoring Dan Pendataan Bank Sampah di Wilayah Tiga Kecamatan

Jum’at 3 Oktober 2025 — Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati melaksanakan kegiatan monitoring dan pendataan bank sampah di wilayah tiga kecamatan, yaitu Purwodadi, Ngombol, dan Grabag.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan DLHP Kabupaten Purworejo dalam mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta memperkuat data kelembagaan bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui kegiatan ini, tim melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas operasional bank sampah, meliputi kegiatan pengumpulan, pemilahan, penimbangan, serta pencatatan hasil penjualan sampah daur ulang.
Monitoring ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dan kebutuhan teknis yang dihadapi oleh para pengelola bank sampah di tingkat desa maupun kecamatan. Dengan demikian, DLHP dapat memberikan pembinaan dan pendampingan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas pengelolaan yang ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, tim DLHP menyampaikan pentingnya keberadaan bank sampah sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak dari sumber, mengubah cara pandang terhadap sampah sebagai bahan yang masih memiliki nilai ekonomi, dan menumbuhkan budaya “dari sampah menjadi berkah.”
Selain melakukan pendataan, tim DLHP juga memberikan pembinaan teknis kepada pengelola bank sampah, meliputi pengelolaan administrasi, sistem pencatatan, serta strategi dalam memperluas jejaring kerja sama dengan pihak pengepul dan mitra usaha daur ulang. Dengan adanya pendampingan ini diharapkan pengelola mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas kegiatan bank sampah di wilayah masing-masing.



