- Evaluasi Kinerja Dan Sosialisasi Perpanjangan Perjanjian Kerja
- Menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik
- Patroli Lingkungan dan Aksi Korve berhasil kumpulkan 463 kilogram sampah
- Memberikan Pembekalan Kepada Seluruh Murid Mengenai Pentingnya Membangun Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini
- Koordinasi Pelayanan Pengurusan Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP)
- Meningkatkan Pemahaman Dan Kesadaran Peserta Didik Mengenai Pentingnya Menjaga Kebersihan Diri
- Tim Stranas Kunjungi TPA Purworejo dalam Rangka Monitoring Pengelolaan Sampah
- Sosialisasi dan Praktik Pengelolaan Sampah Organik di SMP Negeri 30 Purworejo
- Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Sampah Masyarakat Desa Gunungwangi
- Koordinasi dan Pembinaan PPPK DLHP, Perkuat Disiplin dan Profesionalisme ASN
Kunjungan Lapangan Oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah Ke TPA Jetis

Rabu, 08 Oktober 2025 — Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Pengelolaan Persampahan dan Keanekaragaman Hayati mendampingi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Purworejo dalam kegiatan kunjungan lapangan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah.
Kunjungan lapangan ini, merupakan bagian dari agenda pemantauan dan evaluasi kebergunaan infrastruktur sanitasi air limbah domestik dan persampahan tahun 2025 yang telah dibangun di Kabupaten Purworejo melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Dana Alokasi Khusus (DAK).
Dalam kegiatan tersebut, tim dari BPPW Jawa Tengah bersama jajaran BAPPERIDA dan DLHP Kabupaten Purworejo melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang menjadi titik pembangunan infrastruktur sanitasi dan pengelolaan persampahan diantaranya TPS3R bulus, dan TPA Gungung Tumpeng, Jetis. Evaluasi dilakukan untuk memastikan sarana yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal, sesuai dengan tujuan perencanaan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang koordinasi teknis antar instansi dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan infrastruktur sanitasi dan persampahan di daerah. Melalui pemantauan lapangan, tim dapat mengidentifikasi kondisi aktual di lapangan, termasuk aspek operasional, pemeliharaan, serta kendala yang mungkin dihadapi oleh pengelola dan masyarakat pengguna.



