- SINERGI DLHP PURWOREJO DAN SEALIFE INDONESIA DALAM PENANGANAN SATWA (DILINDUNGI) YANG TERDAMPAR
- Gerakan Bersih Sampah di Kabupaten Purworejo
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Pimpin Apel di Halaman DLH
- RAKOR PENYUSUNAN SLHD 2026, PERKUAT BASIS DATA MENUJU NIRWASITA TANTRA
- Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan, 54 Sekolah di Purworejo Ikuti Sosialisasi Program Adiwiyata
- Forum Konsultasi Publik dan Forum Perangkat Daerah untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang transparan, akuntabel, dan responsif
- Bank Sampah Resik Becik konsisten mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya
- Aksi bersih sampah sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Expo Purworejo 2026.
- Aksi bersih sampah pasca Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195
- Wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar DLHP
Kunjungan edukasi dari SMP Negeri 15 Purworejo ke TPA Jetis

Sabtu, 27 September 2025, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo menerima kunjungan edukasi dari SMP Negeri 15 Purworejo. Kunjungan yang diikuti oleh 100 siswa dan 12 guru pendamping tersebut dilaksanakan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Tumpeng, Desa Jetis, Kecamatan Loano.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pembelajaran kontekstual di luar kelas guna menambah wawasan peserta didik mengenai pengelolaan lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan budidaya maggot (larva Black Soldier Fly).
Dalam kunjungan ini, para peserta mendapatkan penjelasan langsung dari Tim DLHP mengenai sistem pengelolaan sampah di TPA Gunung Tumpeng, mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, hingga pemrosesan akhir. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai inovasi yang diterapkan dalam pengelolaan sampah, seperti pemanfaatan maggot sebagai agen biologis pengurai sampah organik.
Maggot atau larva Black Soldier Fly merupakan salah satu solusi ramah lingkungan dalam menangani limbah organik. Selain membantu mempercepat proses penguraian sampah, maggot juga menghasilkan biomassa bernilai ekonomi tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ikan dan unggas. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain memberikan edukasi teknis, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda. Dengan melihat secara langsung proses pengelolaan sampah di lapangan, diharapkan para siswa memiliki kesadaran untuk lebih bijak dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.



