- Donor Darah dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Saka Kalpataru ke-12 dan Bulan Bakti Saka Kalpataru 2025
- Pelatihan Pengujian Kualitas Air ke UPTD Laboratorium Lingkungan DLHKP Kebumen
- Kampung Nelayan Merah Putih dikunjungi Menteri
- DWP UP DLHP Kabupaten Purworejo Kunjungi Rumah Produksi Garam di Desa Duduwetan
- Pertemuan Rutin dan Peringatan Hari Ibu ke-97 DWP UP DLHP Kabupaten Purworejo
- Rapat Penyampaian laporan pelaksanaan hasil kegiatan konsultan individu Pembinaan/Pengembangan Bank Sampah
- Upacara Hari Ibu 2025 : Merayakan Peran Perempuan dalam Pembangunan
- Menghadiri kegiatan penyerahan Penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2025
- Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Fasilitasi Kegiatan LDK OSIS SMP N 26 Purworejo di Taman Geger Menjangan
- Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah serta Praktek Pembuatan Biopori di SMA Negeri 6 Purworejo
Desa Bajang Mengelola Sampah menjadi berbagai produk

Purworejo Senin 17 September -Tim monitoring pengelolaan sampah yang terdiri dari Pusdal Jawa, Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan (DLHP) Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan untuk mengevaluasi dan memberikan dukungan terhadap pengelolaan sampah yang telah dilakukan di desa Bajang. Hadir menemui tim yaitu perwakilan dari Kecamatan Banyuurip, Kepala Desa Bajang beserta perangkat desa Bajang dan pengurus Bank Sampah Desa Bajang,
Acara monitoring ini bertujuan untuk memantau perkembangan program pengelolaan sampah, sekaligus memberikan apresiasi atas inovasi yang telah dikembangkan oleh Bank Sampah Desa Bajang. Sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, Desa Bajang memanfaatkan sampah rumah tangga yang telah dikelola oleh Bank Sampah untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti:
1.Kerajinan Tas dan Pot dari Galon
Sampah plastik yang telah dipilah dan diproses oleh warga, digunakan untuk membuat kerajinan tas yang bernilai jual tinggi. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Bajang.
2. Eco Enzim
Selain produk kerajinan, sampah organik juga dimanfaatkan untuk pembuatan eco enzim yang berguna untuk bahan pembersih alami dan pupuk. Produk ini mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat.
3. Kerajinan dari Kerang
Sampah hasil laut berupa kerang-kerangan juga diolah menjadi produk kerajinan yang unik dan menarik. Ini menjadi salah satu ciri khas produk desa Bajang yang sudah mulai dikenal luas.
Dalam kesempatan tersebut,Tim monitoring menyampaikan apresiasi atas upaya pengelolaan sampah yang telah dilakukan, yang bukan hanya mengedepankan aspek lingkungan, tetapi juga memanfaatkan sampah menjadi produk yang bisa mendatangkan pendapatan. Tim juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan sampah, dengan mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam memilah sampah sejak rumah tangga.
Perangkat Desa Bajang dan pengurus Bank Sampah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah, serta memperkenalkan hasil-hasil kerajinan kepada pasar yang lebih luas.
Sebagai penutupan, Tim monitoring menyarankan agar ke depan, produk-produk yang dihasilkan dari sampah ini bisa dipasarkan lebih luas, baik secara online maupun offline, guna mendongkrak perekonomian desa. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah juga menjadi hal yang harus terus digalakkan agar program ini dapat berkelanjutan.



