- Kadin Hadiri Pembinaan Serta Penguatan Tata Kelola Kebun Raya Indonesia
- Verifikasi Lapangan Hibah Pokir Tahun Anggaran 2027
- Sosialisasi Peningkatan Keterampilan Pengolahan Sampah Rumah Tangga
- Kegiatan Pembinaan Adiwiyata di SD N Plaosan, SD N Pacekelan, dan SMP N 36 Purworejo
- DWP DLHP Kabupaten Purworejo Gelar Lomba Kerajinan Tangan untuk Peringati Hari Kartini dan Kampanyekan Gaya Hidup Zero Waste
- Rakor Persiapan Penilaian Kampung Iklim Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- Pastikan Standart Lingkungan Terpenuhi, DLHP Laksanakan Uji Substansi Dokumen Lingkungan
- Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah Calon Adiwiyata
- Kolaborasi Gerakan Bersih-Bersih Kawasan Eks Plaza Purworejo
- DLHP Purworejo Laksanakan Pendampingan Awal Program Adiwiyata di Tiga Sekolah
Perkuat Ekosistem Pesisir, DLHP Purworejo Kawal Penetapan Lokasi Karbon Biru di Jawa Tengah

Purworejo – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melalui Bidang Perikanan menghadiri agenda kegiatan dalam upaya pelestarian lingkungan laut. Perwakilan DLHP turut serta dalam Konsultasi Publik Penyusunan Draf Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Penetapan Lokasi Karbon Biru di Jawa Tengah, yang digelar di Semarang pada Selasa (27/1/2026).
Forum ini merupakan tahap awal yang strategis untuk menentukan titik-titik lokasi yang akan dilindungi sekaligus dikelola secara berkelanjutan guna menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, dalam sambutannya menyatakan kesiapan penuh Jawa Tengah mendukung program ini. Dengan kewenangan pengelolaan laut hingga 12 mil dan garis pantai mencapai lebih dari 1.000 kilometer, Jateng memiliki potensi besar dalam menyumbang penyerapan karbon nasional.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut KKP, Amehr Hakim, mengungkapkan bahwa Jawa Tengah dipilih sebagai pilot project karena memiliki kawasan konservasi mangrove eksisting yang cukup luas.
Meskipun wilayah Pantura sedang menghadapi tantangan penurunan kualitas ekosistem, mangrove dan lamun di Jawa Tengah sangat strategis. Keduanya efektif menyerap emisi karbon sekaligus menjadi benteng alami terhadap abrasi dan rob
Dalam rencana tata kelola tersebut, KKP mengidentifikasi wilayah potensial yang terbagi ke dalam tiga klaster di 16 kabupaten/kota. Kabupaten Purworejo masuk ke dalam Klaster Tiga bersama Cilacap dan Kebumen.
Berikut adalah rincian pembagian klaster potensi karbon biru di Jawa Tengah:
Klaster | Cakupan Wilayah | Luas Total |
Klaster 1 | Brebes, Tegal (Kota/Kab), Pemalang, Pekalongan (Kota/Kab), Batang, Kendal | 7.594,04 Ha |
Klaster 2 | Semarang, Demak, Jepara, Pati, Rembang | 9.327,94 Ha |
Klaster 3 | Cilacap, Kebumen, Purworejo | 5.310,83 Ha |
Untuk Kabupaten Purworejo sendiri, tercatat potensi luas lahan sebesar 520,84 Ha yang tersebar di tiga kecamatan utama, yaitu:
- Kecamatan Purwodadi
- Kecamatan Ngombol
- Kecamatan Grabag
Wilayah desa yang menjadi fokus meliputi Desa Keburuhan, Malang, Pagak, Wero, Girirejo, Ngentak, dan Gedangan. Adapun spesies mangrove yang direkomendasikan untuk pengembangan di wilayah ini antara lain Rhizophora mucronata, Sonneratia alba (api-api), Nypa fruticans (nipah), dan Avicennia sp.
Harapan Masa Depan
Melalui penetapan status hukum sebagai lokasi Karbon Biru, diharapkan pemanfaatan ruang laut di pesisir Purworejo tidak hanya berorientasi pada ekonomi jangka pendek, tetapi juga pada pemulihan ekologi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir, terutama dalam menghadapi perubahan iklim global.



