- Pelepasan Passive Sampler Udara Ambien Tahap 2 Tahun 2026 Dilaksanakan di Empat Kawasan
- Rakor Persiapan WCD 2026
- DLHP Laksanakan Pemasangan Passive Sampler di Empat Titik Pemantauan Kualitas Udara
- DLHP Purworejo Laksanakan Uji Substansi UKL-UPL Pembangunan Perumahan Griya Jenar Asri
- DLHP Purworejo Ikuti Workshop Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Saka Kalpataru Tingkat Jawa Tengah
- DLHP Purworejo Dampingi BKIKHP Jateng Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Kesehatan Ikan
- Para PNS DLHP yang memasuki purna mengikuti Sosialisasi Purna Tugas Tanpa Cemas
- Narasumber Peningkatan Kualitas Lingkungan dalam kegiatan GERMAS
- Pentingnya Ketepatan Waktu dan Efektivitas Pelaksanaan Tugas
- Pemeliharaan Vegetasi Di Kawasan Perkotaan
Pelepasan Passive Sampler Udara Ambien Tahap 2 Tahun 2026 Dilaksanakan di Empat Kawasan

Pada Jumat, 11 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan pelepasan passive sampler udara ambien Tahap 2 Tahun 2026 di empat kawasan pemantauan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan kualitas udara ambien untuk memperoleh data kondisi kualitas udara di sejumlah lokasi dengan karakteristik kawasan yang berbeda.
Pelepasan passive sampler dilakukan pada empat lokasi yang mewakili kawasan perkantoran, transportasi, industri, dan permukiman. Keempat lokasi tersebut yaitu kawasan perkantoran di Pendopo, kawasan transportasi di Bundaran Kresnoduto, kawasan industri di PT Indotama Omikron Kabar, serta kawasan permukiman di Perum Sucen.
Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan dengan memasang passive sampler pada titik-titik yang telah ditentukan sesuai dengan karakteristik masing-masing kawasan. Alat tersebut digunakan untuk mengumpulkan sampel udara ambien dalam periode pemantauan tertentu sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kualitas udara pada lokasi yang diamati.
Pemantauan di empat kawasan tersebut penting dilakukan karena aktivitas dan karakteristik lingkungan di setiap lokasi berbeda. Kawasan perkantoran dan permukiman memiliki aktivitas masyarakat yang berbeda dengan kawasan transportasi yang dipengaruhi mobilitas kendaraan, maupun kawasan industri yang berpotensi dipengaruhi aktivitas operasional industri. Data hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi kondisi kualitas udara ambien.
Melalui pelaksanaan passive sampler udara ambien Tahap 2 Tahun 2026 ini, diharapkan diperoleh data yang dapat mendukung pemantauan dan evaluasi kualitas udara secara berkala. Hasil pemantauan selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu bahan dalam upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran udara serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas.



