- Final Checking Persiapan Karnaval Kabupaten Purworejo Dimatangkan
- DLHP Purworejo Laksanakan Pemantauan dan Evaluasi Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
- Pasukan Ungu Bersihkan Jalur Pasca Karnaval Kemerdekaan Kutoarjo
- Rapat Koordinasi Persampahan Bahas Persiapan Pengelolaan Sampah dari Sumber
- Pasukan Ungu Kumpulkan 1.450 Kilogram Sampah Pasca Karnaval Sekolah
- Pasukan Ungu DLHP Bersihkan Jalur Karnaval Sekolah Pasca Pelaksanaan Karnaval
- DLHP Kabupaten Purworejo Gelar Apel Pagi, Bahas Persiapan Karnaval dan Kinerja Bulan Agustus
- KNMP Selenggarakan Upacaraa HUT RI ke 81
- DLHP Selenggarakan Upacara HUT RI ke-81
- Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo Ikut Serta Pameran Produk Olahan Hasil Sampah
DLHP Purworejo Laksanakan Pemantauan dan Evaluasi Aksi Mitigasi Perubahan Iklim

PURWOREJO – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo melaksanakan kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Kabupaten Purworejo pada Rabu, 26 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan aksi mitigasi perubahan iklim serta mengukur capaian penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) di daerah.
Pemantauan dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan aksi mitigasi, capaian penurunan emisi GRK, kontribusi masing-masing sektor, serta keterkaitannya dengan target pembangunan daerah. Dalam rangkaian mitigasi perubahan iklim, kegiatan tersebut merupakan tahapan setelah inventarisasi GRK dan penyusunan rencana aksi serta target penurunan emisi. Hasil pemantauan selanjutnya menjadi dasar untuk mengetahui capaian sektoral, capaian terhadap target RPJP/RPJMD, biaya penurunan emisi, serta proses pelaporan dan verifikasi.
Berdasarkan hasil pemantauan yang disampaikan, Kabupaten Purworejo mencatat capaian penurunan emisi GRK sebesar 1.721.721,30 ton CO₂eq. Angka tersebut telah mencapai 100,64 persen dibandingkan target penurunan emisi GRK kumulatif yang ditetapkan dalam RPJMD Tahun 2025–2029 sebesar 1.710.784,09 ton CO₂eq. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan berbagai aksi mitigasi di Kabupaten Purworejo telah memberikan kontribusi terhadap pencapaian target pengendalian emisi GRK daerah.
Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap capaian penurunan emisi GRK Kabupaten Purworejo, yaitu sebesar 1.627.462,94 ton CO₂eq atau 94,53 persen. Capaian tersebut terutama berasal dari berbagai kegiatan seperti pemupukan berimbang, penerapan irigasi berselang (intermittent), penggunaan pupuk organik, pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), penggunaan varietas padi rendah emisi, serta pemanfaatan biogas kotoran ternak. Pemupukan berimbang menjadi salah satu kegiatan yang memberikan kontribusi utama dalam penurunan emisi pada sektor pertanian.
Selain pertanian, sektor persampahan juga memberikan kontribusi penting dengan capaian penurunan emisi sebesar 63.283,57 ton CO₂eq atau 3,68 persen. Kegiatan yang dominan antara lain penangkapan gas metana pada TPA, pengelolaan TPA, pengembangan TPST/TPS3R, serta kegiatan bank sampah. Sementara itu, sektor kehutanan dan lahan memberikan kontribusi sebesar 14.508,58 ton CO₂eq, sektor energi 12.350,96 ton CO₂eq, blue carbon 1.578,76 ton CO₂eq, sektor transportasi 1.356,94 ton CO₂eq, dan air limbah sebesar 1.179,55 ton CO₂eq.
Pelaksanaan aksi mitigasi tersebut juga didukung oleh pembiayaan yang mencapai Rp34.514.645.446,00. Berdasarkan aktor pelaksana, kontribusi penurunan emisi didominasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo sebesar 94,77 persen atau 1.631.674,99 ton CO₂eq, disusul masyarakat sebesar 3,13 persen, Pemerintah Pusat sebesar 1,67 persen, dan pelaku usaha sebesar 0,43 persen. Data tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam mendukung pencapaian target mitigasi perubahan iklim.
Melalui kegiatan pemantauan dan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelaksanaan aksi mitigasi perubahan iklim, baik melalui penguatan sektor pertanian, persampahan, energi, kehutanan dan lahan, transportasi, maupun sektor lainnya. Penguatan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan juga diperlukan agar setiap aksi mitigasi dapat terukur serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap pengendalian emisi GRK dan pembangunan rendah karbon di Kabupaten Purworejo. Pelaksanaan mitigasi tersebut mengacu pada PermenLHK Nomor 12 Tahun 2024 serta kebijakan nasional terkait pengendalian emisi GRK.



