- Pemeliharaan Vegetasi Di Kawasan Perkotaan
- Sekdin Serahkan SK ASN yang memasuki masa purna tugas
- Pasca Karnaval Pasukan Ungu Gerak Cepat Bersihkan Kota Purworejo
- Dari Karnaval untuk Lingkungan : Bagikan Kompos, Eco Enzim hingga Bibit Tanaman kepada Masyarakat
- Final Checking Persiapan Karnaval Kabupaten Purworejo Dimatangkan
- DLHP Purworejo Laksanakan Pemantauan dan Evaluasi Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
- Pasukan Ungu Bersihkan Jalur Pasca Karnaval Kemerdekaan Kutoarjo
- Rapat Koordinasi Persampahan Bahas Persiapan Pengelolaan Sampah dari Sumber
- Pasukan Ungu Kumpulkan 1.450 Kilogram Sampah Pasca Karnaval Sekolah
- Pasukan Ungu DLHP Bersihkan Jalur Karnaval Sekolah Pasca Pelaksanaan Karnaval
Paparan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Feasibility Study (FS)

Rabu 5 Nopember 2025 – Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Rapat Paparan Pendahuluan Penyusunan Dokumen Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan dan Dokumen Lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jetis. Kegiatan berlangsung di ruang rapat Adipura DLHP dihadiri oleh Tim Penyusunan beserta jajaran pejabat dan staf terkait.
Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam rangka penyusunan dokumen perencanaan teknis yang komprehensif dan berkelanjutan terhadap pengelolaan TPA Jetis. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran menyeluruh mengenai aspek teknis, ekonomi, sosial, serta lingkungan yang menjadi dasar penentuan kelayakan pengembangan fasilitas pengelolaan sampah tersebut.
Penyusunan dokumen FS dan dokumen lingkungan ini merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Purworejo untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah secara terpadu dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen DLHP dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Selanjutnya, Tim Penyusunan memaparkan rencana kerja, ruang lingkup kajian, serta metodologi yang akan digunakan dalam penyusunan dokumen. Proses ini akan melibatkan koordinasi lintas sektor dan pengumpulan data lapangan untuk memastikan hasil kajian yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan daerah.



